//
you're reading...
kisah itu hanya ini

Kisah itu hanya ini…

kisah dalam perjalanan ini melukiskan gambaran panjang yang sangat mengesankan, terangkum dalam 3 tahun perjalanan bersama mereka, terluapakan 1001 cerita yang tak mungkin terlupakan. mengisahkan cerita dihari tua ketika jarak, kondisi dan momentum menghalangi hubungan kami, tapi sebuah kisah indah itu akan terekam rapi dalam ingatan, bahwa memang periode inilah yang mengesankan.

periode dimana Allah memberikan izin untuk mengenal mereka, masa dimana waktu berputar dalam episode yang telah digariskan dan sunguh hanya 1 kata yang terluapakan, seperti lukisan abstrak yang hanya bisa ku katakan “INI INDAH” dan inilah gambaran peran-peran mereka yang kukatakan “KALIAN INDAH” dan tak mungkin terlupakan.

masa ini adalah masa SMA yang membentuk kepribadian sendiri yang mengakar bahwa inilah hidup yang lebih baik dari masa lalu, dan mencabang untuk merasakan hidup lebih baik kemudian, tetesan kenangan yang semakin dalam terbenam dihatiku, luapan kenangan yang semakin dalam membentang luas di otakku, Insya Allah walaupun jarak, kondisi dan momentum telah memisahkan kita, kenangan dalam catatan ini merangkum indah dan terkenang tanpa akhir, terekam tanpa henti dan terus berjalan indah dimemoriku.

kisah yang kurasakan pada waktu itu, terangkum indah dalam perjalanan kisah ini yang kutulisakan, dalam kisah itu hanya ini… (pembuka teks buku “kisah itu hanya ini”)

Bunga itu…

Ku tak mengerti mengapa bunga yg layu itu tak bisa memilih hidupnya untuk menang dan membuktikan bahwa dialah satu-satunya bunga yang diciptakan berbeda dan penting karena perbedaannya itu, apakah dia putus asa, sepertinya tidak, jika kutanyakan, ia tak pernah mau memikirkannya, apa itu memang dia yg sebenarnya, yang ku tahu Allah tak akan pernah membuat suatu kesalahan pun pada hambanya dan tak pernah tidur melihat hambanya, tapi dia berbeda dari luarnya, ia senang atau tidak, tak pernah ia pikirkan, malah ia menanyakan hal yg aneh bagiku, sebenarnya kalau ku ingin memikirkannya, itu bukan jalan dia seperti itu, itu bukan dia, apakah dia bertahan atau tidak?aku tak pernah mengerti, yg ku yakini dia mempunyai jalan tersendiri untuk hidupnya dan Tuhan sudah mengaturnya, dan saya akan menjalankan takdir saya sendiri, ku hanya berdoa pada Tuhan agar merahmatinya, ku yakin Allah tak akan pernah sama dg mereka-mereka yg ku kenal tak punya rasa, mereka bagaikan patung, yg diam dan merontakan orang lain, tak mengertilah aku!

Sahabat  bagiku  ku artikan urutan no. 5 setelah ku sangat mencintai Tuhanku,Rasulku,orangtuaku,kakak ku, barulah sangat ku cintai mereka, sahabat lebih dari sakadar pemain viguran dalam hidup ini, mereka bagaikan pemeran utama yg mendampingi kesuksesan jalannya scenario Tuhan untukku, peran mereka tak pernah tergantikan oleh aktor-aktor lainnya yang lebih berkualitas, didalam hati mereka dititipkan salam dari Tuhan untukku, dan sebagian salam sudah tersampaikan untukku, dan sebagian yg lain masih ku  mencari?

Sahabat itu kronologisnya waktu, tanpa mereka, tak pernah ada tahap-tahap, tak pernah ada cerita-cerita, tak pernah ada putaran waktu 24 jam yg dapat kurasakan, bagiku mereka adalah jarumnya jam, putarannya ialah rantaian takdir yang menebarkan kesan tersendiri, tak pernah terlukiskan karena sangat mengesankan, sampai memanggil christoper cholombus hidup lagipun percuma, tak pernah ditemukan dimana ujung nya sahabat ?

(kisah itu hanya ini, sebagian teks buku rangkuman masa sma)

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

kalender

Maret 2011
S S R K J S M
« Jan   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog yang Saya Ikuti

Andrie febriansyah

Capture life in words

%d blogger menyukai ini: